Showing posts with label Pelik Tapi Benar. Show all posts
Showing posts with label Pelik Tapi Benar. Show all posts

Saturday, June 11, 2016

Ikan Terperangkap Dalam Perut Obor-Obor Tapi Masih Hidup


Desember lalu, fotografer Tim Samuel dan Franny Plumridge menyaksikan kejadian ganjil ketika sedang  freediving di Teluk Byron, lepas pantai di timur Australia. Samuel lantas memotret momen tersebut: seekor ikan warna kuning terjebak di dalam ubur-ubur transparan.  Ia menunggah foto tersebut ke akun Instagramnya.

“Saya menemukan seekor ikan di dalam ubur-ubur! Dia terperangkap di dalam, tetapi mengendalikan kemana ubur-ubur bergerak,” tulis Samuel di Instagram.

Foto tersebut menjadi viral ketika diunggah ulang oleh akun DiscoverOcean. Selain Instagram, Samuel juga mengunggah foto tersebut di Reddit, dan dua kali masuk dalam daftar terpopuler.

Selama bertahun-tahun menjadi fotografer kehidupan laut, Samuel mengaku belum pernah melihat kejadian serupa sebelumnya. Ekor ikan berada di bagian luar ubur-ubur, sehingga mampu membuat kedua makhluk itu bergerak. Lebih dari 20 menit Samuel dan Plumridge menyaksikan dengan penuh kekaguman dan penasaran duo tersebut terhuyung-huyung dan berenang berputar-putar. Ikan membuat ubur-ubur kehilangan keseimbangan, mendorongnya dari satu sisi ke sisi yang lain. Pada satu titik, duo tersebut pun berhenti bergerak.

“Saya belum pernah melihat hal semacam ini sebelumnya,” kata Samuel.

Setelah memotret kejadian unik itu, Samuel dan Plumridge meninggalkan ikan dan ubur-ubur itu untuk memotret penyu.

“Saya tentu saja berpikir untuk membebaskan ikan,” ungkap Samuel kepada CNN, “tetapi akhirnya saya memutuskan untuk membiarkan alam yang bekerja.”

Monday, June 6, 2016

Makan Tarantula di Trov Pheang Cats



Disaat ramai orang menganggap labah-labah spesis tarantula merupakan binatang yang merbahaya dan beracun, lihatlah sesuatu yang sungguh rare! Kanak-kanak di desa  Trov Pheang Ctas, Cambodia ini  memburu labah-labah, dengan bersahaja menangkapnya dengan menggunakan jari, memasukkan ke dalam botol, membersihkannya dengan air sebelum dimasak dan digoreng dengan mentega dan minyak.

Labah-labah merupakan hidangan murah dan mudah terdapat di hutan berdekatan, sumber protin yang terdekat barangkali! Jaguh memburu labah-labah beracun ini ialah kanak-kanak.

Lebih enak dimakan begitu saja... 


Saya dapat tarantula!

Goreng pun sedap!

Warung Tarantula goreng 




Tradisi Potong Jari Papua

Kesedihan saat telah ditinggal pergi oleh orang yang cintai dan kehilangan salah satu anggota keluarga sangat pedih.




Lain halnya dengan masyarakat pergunungan tengah Papua yang melambangkan kesedihan lantaran kehilangan salah satu anggota keluarganya yang meninggal tidak hanya dengan menangis saja. Melainkan ada tradisi yang diwajibkan saat ada anggota keluarga atau kerabat dekat seperti; suami,istri, ayah, ibu, anak dan adik yang meninggal dunia. Tradisi yang diwajibkan adalah tradisi memotong jari.

Jika kita mengadabtasi tradisi memotong jari dengan peradaban masakini sudah pasti ianya sudah tidak releven lagi. Tradisi ini tergolong tradisi ekstrim. Akan tetapi bagi masyarakat pegunungan tengah Papua, tradisi ini adalah sebuah kewajiban yang harus dilakukan. Mereka beranggapan bahwa memotong jari adalah symbol dari sakit dan pedihnya seseorang yang kehilangan sebagian anggota keluarganya.


Boleh diandaikan adalah simbol kesetiaan, kebersatuan dan kekuatan dalam diri manusia mahupun sebuah keluarga. Walaupun dalam penamaan jari yang ada ditangan manusia hanya menyebutkan satu perwakilan keluarga yaitu Ibu jari. Akan tetapi jika diamati setiap bentuk dan panjang mempunyai fungsi dan keistimewaan tersendiri dalam memudahkan proses hidup manusia. Satu sama lain saling melengkapi sebagai suatu kelangsungan hidup dan kehidupan. Jika salah satu hilang, maka hilanglah komponen yang membentuk kepelbagaian kekuatan fizikal manusia.

Alasan lainya adalah "Wene opakima dapulik welaikarek mekehasik" atau pedoman dasar hidup bersama dalam satu keluarga, satu fam/marga, satu honai (rumah), satu suku, satu leluhur, satu bahasa, satu sejarah/asal-muasal, dan sebagainya (Hisage, Yulianus Joli, 07:2005).  Budaya bersatu-padu sangatlah penting bagi masyarakat pegunungan tengah Papua. Hanya luka dan darah yang tersisa. Pedih-perih yang meliput suasana. Luka hati orang yang ditinggal mati anggota keluarga hanya akan sembuh bila luka pada keratan jari sudah sembuh dan tidak terasa sakit lagi. Mungkin kerana itulah masyarakat pegunungan papua memotong jari saat ada keluarga yang meninggal dunia.

Menurut informasi, pemotongan jari umumnya dilakukan oleh kaum ibu. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan pemotongan dilakukan oleh anggota orang tua keluarga lelaki atau perempuan.  Sebagai contoh,  jika si mati yang meninggal tidak mempunyai ibubapa lagi maka si suamilah yang harus menanggungnya.



Cara pemotongan (Sadisnya!)
Tradisi potong jari di Papua dilakukan dengan berbagai cara ada yang menggunakan benda tajam seperti pisau, kapak atau parang. Cara lainya yaitu mengikat jari dengan seutas tali sampai beberapa lama waktunya sehingga menyebabkan aliran darah terhenti dan pada saat aliran darah berhenti baru dilakukan pemotongan jari.


Selain tradisi pemotongan jari, ada juga tradisi yang dilakukan dalam upacara berkabung. Tradisi tersebut adalah tradisi mandi lumpur. Mandi lumpur dilakukan oleh kelompok atau anggota dalam jangka waktu tertentu. Mandi lumpur mempunyai maksud simbolik bahawa  setiap orang yang telah meninggal dunia telah kembali kealamnya. Manusia berawal dari tanah dan kembali ke tanah.


Buat masa ini masih belum ada sumber yang  boleh menginfokan samaada tradisi memotong jari ini masih berlangsung atau tidak.   Mungkin boleh dikatakan ada namun jarang ditemui atau dilakukan mungkin kerana pengaruh agama yang mula berkembang di sekitar daerah pegunungan tengah Papua.


Tuesday, May 31, 2016

Janin Dalam Perut Remaja Lelaki




Baling: Ketumbuhan didakwa janin yang dikeluarkan dari dalam perut remaja lelaki berusia 15 tahun di sini, Selasa lalu, diuruskan seperti jenazah dan dikebumikan di Tanah Perkuburan Amanjaya, Sungai Petani.  Menurut ibunya, Hasmah Ahmad, 38, ‘janin’ yang dikandung dalam perut anaknya sejak 15 tahun lalu itu, lengkap organ seperti bayi cuma hidung dan mulut tidak sempurna.

Janin yang dikeluarkan itu dikatakan boleh dilihat dengan mata kasar iaitu mempunyai rambut, kaki dan tangan termasuk alat sulit yang sudah terbentuk.  Kejadian Mohd Zul Shahril Saidin, 15, yang perutnya membesar kerana janin kembarnya dikatakan 'menumpang hidup' selama 15 tahun menjadi viral di laman sosial kerana kes seperti itu tidak pernah berlaku di negara ini. Anak kelima daripada lapan beradik yang sudah tidak bersekolah itu menderita sakit sejak empat bulan lalu, dan dimasukkan ke Hospital Baling sebelum dirujuk ke Hospital Sultan Abdul Hamid (HSAH), Sungai Petani bagi membuang ketumbuhan itu.

Menurut Hasmah, walaupun terkejut dengan apa dialami anaknya, dia reda dengan ketentuan Ilahi jika benar ketumbuhan itu adalah janin iaitu kembar anaknya. “Ketika umurnya setahun, doktor mengesyaki ada ketumbuhan dalam perut yang berbentuk seperti kepala dan meminta membawa Shahril ke hospital sekiranya mengadu sakit namun keadaannya nampak normal sehinggalah empat bulan lalu, dia kerap muntah dan mengadu sakit," katanya yang ditemui di rumahnya di Kampung Charuk Kangar di sini, hari ini.

Beliau berkata, benjolan pada perut itu jelas kelihatan yang menimbulkan tanda tanya mereka sekeluarga. "Pemakanan dia macam biasa dan pernah bergurau makan lebih sikit kerana ada kandungan dalam perutnya," katanya.  Hasmah berkata, doktor di hospital memberitahu janin berkenaan kemungkinan masih hidup jika anaknya dirujuk lebih awal ke hospital. Sementara itu Pengarah Jabatan Kesihatan Kedah, Datuk Dr Norhizan Ismail enggan memberikan sebarang komen atas sebab-sebab tertentu.

Sumber Harian Metro

Monday, July 9, 2012

Ular Ini Berkaki

Ular Berkaki Ditemui di China (Naga?) | Kini ular tidak perlu lagi mengesot untuk bergerak, sebab diorang dah ada kaki..haha. (gurau je, jangan marah ye cik ular). Sebenarnya ular berkaki ini ditemui di China dan menurut kajian kecacatan ular pelik ni lebih kurang macam bayi kembar siam yang menghasilkan organ berlebihan.

Ular pelik yang berkaki ini telah ditemui oleh seorang wanita China yang bernama Dean Qiongxiu, berumur 66. Dia melihat ular berkaki ini terpaut pada siling rumahnya pada tengah malam ketika dia hendak masuk tidur.

Gambar pelik ular yang berkaki yang ditemui oleh Mrs Quingxiu ini boleh dilihat di bawah. Agak pelik, mungkinkah ular pelik berkaki ini adalah jelmaan seekor naga yang terkenal dalam mitos negara China? Wallahualam.

Beginilah keadaannya ular berkaki yang ditemui di China.

Noormasjid - Eh tu kaki ke tangan? Macam melambaikan 'hai' je? Haha, wallahualam. Apabila Allah kata Kun Fa Ya Kun, maka jadilah ia...


Sumber: Esempoi